Selasa, 04 Juni 2013

Interaksi Manusia dan Komputer : Review Film I, Robot

Assalamualaikum semuanya ^__^ 

Kali ini saya akan mereview film I, Robot, pasti kalian udah pernah nonton filmnya kan. Sekarang saya akan memberikan pendapat saya setelah menonton film ini yang saya lihat dari sudut pandang Interaksi Manusia dan Komputer pada film ini.


Jadi seperti yang kita ketahui, film ini menggambarkan dan menceritakan bagaimana perkembangan dunia di tahun 2035. Di tahun tersebut, perusahaan USR menciptakan robot yang memiliki fungsi dan bertugas untuk membantu manusia dalam kegiatan sehari-harinya. Namun, robot-robot tersebut dibatasi dengan adanya tiga hukum yang harus dipatuhi para robot, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat membahayakan manusia ataupun robot itu sendiri. Para robot ini terhubung pada suatu pusat positronik, pusat ini bertugas sebagai otak atau pengatur dari segala perintah yang diberikan dari pusat USR itu sendiri. Pusat positronik ini dapat diakses dengan cara yang interaktif yaitu melalui VIKI (Virtual Interactive Kinetic Intelligence) atau kecerdasan kinetic interaktif virtual, dengan menggunakan VIKI kita dapat melakukan interakssi visual untuk melakukan akses-akses informasi yang berhubungan dengan USR. 

Dapat kita lihat, robot yang ada didalam film ini dapat kita ajak berinteraksi selayaknya berinteraksi dengan manusia biasa seperti kemudahan untuk memerintahkan suatu tugas kepada robot, walaupun robot tersebut ada kekurangannya dan ruang geraknya dibatasi. Selain adanya interaksi manusia dengan para robot, dalam film ini kita juga dapat menemukan banyak interaksi lainnya antara manusia dengan teknologi yang ada di film ini, yaitu kita bisa berinteraksi dengan VIKI saat sedang mengemudikan mobil dimana mobil tersebut menampilkan sebuah layar yang menampilkan gambar virtual dari VIKI tersebut. Kemudian, interaksi lainnya yaitu terjadinya interaksi melalui teknologi proyektor holografik, dimana kita bisa berinteraksi dengan hologram seseorang yang sudah diatur dan dirancang dengan suatu program sehingga menghasilkan interaksi namun tidak bisa menanyakan hal-hal diluar dari informasi yang telah diprogram pada hologram tersebut.

Dalam film ini digambarkan bagaimana manusia menciptakan suatu teknologi yang sangat canggih dan terus mengembangkannya menjadi suatu teknologi yang tak tertandingi, misalnya diciptakannya robot jenis NS-5 pada film ini yang fungsi dan kegunaannya telah di upgrade menjadi robot yang lebih patuh dan memiliki hukum untuk robot yang telah dikembangkan. Namun ada satu jenis robot NS-5 yang diciptakan dengan suatu kelebihan yang membuatnya berbeda dengan robot NS-5 lain yaitu robot NS-5 ini memiliki perasaan seperti manusia, dapat bermimpi, dan dapat menjaga rahasia pemiliknya. Sungguh suatu kecanggihan teknologi yang luar biasa, yang digambarkan pada film I,Robot ini. 

Tetapi, meskipun dengan adanya interaksi antara manusia dengan teknologi memberikan suatu kemudahan dalam menjalankan aktifitas, dan dampak positif lainnya, namun tidak dapat dipungkiri ada resiko atau dampak negatif yang dapat terjadi dibalik kecanggihan dari teknologi itu sendiri. Dan yang menyebabkan resiko tersebut adalah manusia itu sendiri, manusia yang menciptakan teknologi dan manusia juga yang menyebabkan teknologi tersebut menghancurkan dirinya. Ya ampun gaya banget ya bahasanya, hehehe. Tapi ya memang seperti itu, kejadian atau alur yang terjadi pada film ini. Karena, teknologi VIKI dan para robot tersebut ditanamkan tiga hukum sebagai logika mereka untuk dijalankan, kemudian tiga hukum tersebut dikembangkan pada saat robot terbaru NS-5 diciptakan. Dan pada saat itu, timbul kekacauan ketika tiga hukum tersebut dikembangkan dan ditanamkan ke program VIKI. VIKI menjelaskan bahwa ia diprogram untuk menjaga keamanan, namun ia mengansumsikan dengan logika programnya yang telah dirancang oleh manusia bahwa manusia saling berperang, melakukan kerusakan dibumi sehingga mengancam keselamatan dan keamanan dunia, sehingga VIKI menjalankan logika pemrogramannya yaitu untuk menjaga umat manusia harus ada beberapa manusia yang dikorbankan.

Oleh karena itu, terjadi kekacauan dimana-mana, karena para robot mengancam dan membatasi ruang gerak manusia untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan manusia itu sendiri, namun para robot tersebut melakukannya dengan cara yang kasar dan juga menggunakan kekerasan agar manusia tunduk kepada para robot. 
Namun, pada akhirnya hal itu dapat diatasi, karena ketika kita menciptakan suatu teknologi yang canggih atau apapun itu, kita juga harus menciptakan suatu yang dapat melemahkan atau mematikan teknologi tersebut ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Seperti yang dapat kita lihat pada film ini.

Kesimpulannya, kecanggihan teknologi memberikan kita pengalaman baru dalam melakukan interaksi yang lebih interaktif dengan suatu komputer atau teknologi. Namun, hal tersebut juga diiringi dengan adanya dampak positif dan negatif yang dapat terjadi antara Interaksi Manusia dan Komputer. Dengan segala kemudahan yang kita dapatkan dari adanya interaksi manusia dengan teknologi, membuat manusia menjadi terlena dengan segala keinstanan pelayanan yang didapatkan. Tetapi, dengan semakin canggihnya teknologi maka resiko dan bahaya yang mengancam juga sangat besar. Karena bisa saja teknologi yang kita ciptakan ingin menguasai kita, seperti yang digambarkan pada film ini, dimana para robot melakukan pemberontakkan secara besar-besaran karena umat manusia  dianggap dapat mengancam keselamatan dunia. Dan menurut saya, kecanggihan suatu teknologi interaksi antara manusia dengan komputer itu perlu, namun tidak bagus juga ketika kecanggihan itu malah membawa bencana bagi umat manusia itu sendiri. Adanya interaksi manusia dan komputer itu seharusnya berjalan selaras dengan keinginan dan tujuan dari manusia itu sendiri, tanpa adanya pemberontakkan dari teknologi atau komputer yang diciptakan oleh manusia.


Sekian postingan kali ini ^^ 
Semoga bermanfaat buat teman-teman yang membaca tulisan ini yaaa ^_^

Wassalamualaikum..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar